Masjidil Haram: Merenovasi Baitullah

Kabah Mekah

“Hanya Islam agama yang tiap tahun bisa mengumpulkan umatnya dari seluruh dunia,” Kutipan kalimat dari Pak Azril tersebut ada benarnya.

Pak Azril, mutawif umroh yang enggan disapa Ustadz, menambahkan bahwa akhir-akhir ini ada beberapa agenda “tour religi” ke Jerusalem atau Vatikan, tapi tak mampu menandingi kebesaran ibadah haji -yang merupakan bagian dari rukun Islam- serta ibadah umroh.

Haji dan umroh adalah tour religi beromset jutaan, bahkan milyaran dolar. Konon, dari pendapatan haji saja, Kerajaan Arab Saudi sudah bisa menghidupi seluruh warganya, tanpa perlu mengekspor minyak yang jadi komoditi utama negeri Petro Dollar. Itulah kenapa listrik, air, kesehatan, dan pendidikan digratiskan di Arab Saudi, sementara harga seliter premium tak sampai menyentuh angka 1 real.

Apakah Nabi Ibrahim AS telah memprediksikan hal ini ketika beliau berdiri tegar di makomnya saat membangun Ka’bah? Wallahualam. Namun tak bisa dipungkiri, di jaman modern ini, ibadah -di semua agama dan kepercayaan- telah menjadi komoditi dan industri raksasa yang menghidupi jutaan orang di seluruh dunia.

Masjidil Haram yang pada jaman nabi-nabi masih berupa lembah dengan bukit batu yang tandus, kini telah dikelilingi gedung-gedung pencakar langit, mall dengan merk kelas dunia, dan hotel bintang lima, beberapa di antaranya berlabel “simbol barat”, Hilton misalnya.

Kabah, Masjidil Haram
Modern: Alat berat dan crane jadi pemandangan di sekeliling Masjidil Haram

Kabah, Masjidil Haram
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus merenovasi dan memperluas Masjidil Haram

Masjidil Haram pun terus diperluas untuk menampung jutaan jamaah haji serta jamaah umroh yang jumlahnya ratusan ribu per hari dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Saat umroh akhir Januari 2013 kemarin, kondisi Masjidil Haram relatif lebih bising, suara crane dan deru alat-alat berat di sekeliling Ka’bah terdengar selama 24 jam. Bahkan saat ibadah tawaf dan sa’i pun kita diiringi suara mesin dan alat-alat berat tersebut, dengan resiko udara yang lebih tercemar tentunya.

Kabah, Masjidil Haram
Renovasi jalan, ibadah pun tetap jalan

Kabah, Masjidil Haram
Kondisi renovasi Masjidil Haram di tengah-tengah ribuan umat yang beribadah Umroh

Tapi kondisi itu sama sekali tak mengurangi kekhusyukan ibadah kita. Sama sekali tak menghalangi kita untuk meneteskan air mata saat berdoa dan bersujud di hadapan Ka’bah.

Dari lantai tiga Masjidil Haram bisa kita lihat bagaimana aktivitas pekerja dan traktor-traktor di sekeliling Ka’bah. Meski aktivitas pekerjaan non-stop 24 jam, tapi setiap kali adzan dikumandangkan, seluruh aktivitas harus berhenti. Seluruh pekerja wajib meninggalkan pekerjaannya dan melaksanakan sholat.

Salah satu keuntungan jadi pekerja di proyek Masjidil Haram ini, selain dapat upah real, juga dapat “upah” pahala sholat lima waktu yang dikalikan seratus ribu. Subhanallah! “Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Kabah, Masjidil Haram
Kondisi Masjidil Haram saat renovasi dan perluasan di area luar Ka’bah

Kabah, Masjidil Haram
Terowongan: Tempat sa’i pun tak luput dari dentuman mesin dan alat berat

Kabah, Masjidil Haram
Situasi Masjidil Haram saat petang

Kabah, Masjidil Haram
Pemandangan dari lantai dua Masjidil Haram

Kabah, Masjidil Haram
Suasana dari pinggir balkon di lantai dua

Kabah, Masjidil Haram
Dua menara Masjidil Haram di bagian depan, berhadapan dengan Zam-Zam Tower

@zulfikaralex

3 comments

  1. Sangat membantu karena ibu saya tahun ini akan berangkat ke Rumah allah (ka’bah).
    Jd bisa tau keadaanx terlebih dahulu makasih gan ijin download fhotonya,

  2. samsuri

    alhamdhulillah impormasinya membantu saya,insyaallah tahun ini akan berangkat umrah,jadi di undur sampai keadaan kabah selesai direnovasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>